Tentang JERAT Papua
JERAT (Jaringan Kerja Rakyat Papua) didirikan pada tahun 2008 sebagai respons kolektif masyarakat adat dari tujuh wilayah adat Papua terhadap maraknya eksploitasi sumber daya alam dan pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat adat.
Kami memfokuskan kerja pada advokasi pengetahuan masyarakat adat dan advokasi kebijakan publik yang berpihak pada keadilan ekologis dan pengakuan hak-hak kolektif masyarakat adat Papua.
Pelajari Lebih Lanjut
Sejak 2008
16+ Tahun
Bersama Masyarakat Adat Papua
Program Unggulan
Sekolah Kampung Berbasis Budaya
Pendidikan alternatif kontekstual dengan kurikulum kearifan lokal dan bahasa ibu untuk masyarakat adat
Pemetaan Wilayah Adat
Pemetaan partisipatif untuk pengakuan hak ulayat dan pencegahan konflik masyarakat adat di 7 wilayah adat Papua
Ekonomi Hijau dan Biru Berkelanjutan
Pengembangan ekonomi kampung berbasis sumber daya alam laut dan darat yang berkelanjutan
Penguatan Kelembagaan Adat
Pendampingan dewan adat, peradilan adat, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat Papua
Advokasi Masyarakat Adat
Advokasi kebijakan dan hukum untuk perlindungan hak-hak dasar masyarakat adat Papua di tingkat lokal, nasional, dan internasional
Riset dan Dokumentasi Pengetahuan Adat
Penelitian dan dokumentasi pengetahuan tradisional, kearifan lokal, serta budaya masyarakat adat Papua untuk pelestarian dan pengembangan
Layanan Kesehatan Komunitas Adat
Pendampingan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat adat Papua dalam pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit menular seperti malaria, TBC, dan HIV di wilayah terpencil
Aktivitas Terbaru
Lihat SemuaJERAT Papua Sambut Mahasiswa Magang HI Uncen, Perkuat Pembelajaran Lapangan tentang Masyarakat Adat
JERAT Papua secara resmi menerima lima mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam Program Magang Tahun 2026 di Jayapura. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung mengenai dinamika organisasi masyarakat sipil, isu-isu masyarakat adat, serta berbagai program pemberdayaan yang dijalankan JERAT Papua di sejumlah wilayah dampingan. Selain diperkenalkan pada bidang kerja organisasi, para peserta juga didorong untuk aktif berdiskusi dan berinteraksi dengan staf guna memperkuat pengalaman belajar lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara JERAT Papua dan Universitas Cenderawasih dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda yang peduli terhadap isu sosial dan pembangunan masyarakat adat di Papua.
Pangan Lokal, Napas Papua Selatan: FGD 1 Multipol Papua Selatan Perkuat Strategi Mitigasi Iklim melalui 3 Skenario, 11 Kebijakan, 16 Aksi Konkret, dan 6 Kriteria Evaluasi
Focus Group Discussion 1 (FGD 1) Multipol Provinsi Papua Selatan: Penyusunan dan Penguatan Kebijakan Pangan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim yang Selaras dengan FOLU Net Sink 2030 diselenggarakan pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh JERAT Papua, MANKA, Universitas Musamus, Perkumpulan Harmoni Alam Papuana (PHAP), Eladdper, Papua Paradise Center (PPC), dan PSE Keuskupan Agung Merauke, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Bapperida dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kegiatan ini mempertemukan 47 peserta lintas sektor untuk membahas dan memberikan masukan terhadap 3 skenario, 11 rekomendasi kebijakan prioritas, 16 aksi konkret, serta 6 kriteria evaluasi guna mendukung penguatan pangan lokal, perlindungan hutan, pemberdayaan masyarakat adat, serta pembangunan rendah karbon di Provinsi Papua Selatan.
Multipol Papua Barat Daya Gelar FGD 1 dan Sepakati 3 Skenario, 15 Kebijakan, dan 16 Aksi Konkret untuk Pangan Lokal dan Mitigasi Iklim
Kemitraan multi-pihak Multipol Papua Barat Daya yang diinisiasi oleh Manka, JERAT Papua, Bentara Papua, dan UNIMUDA Sorong menyelenggarakan FGD 1 pada 18 Juni 2026 di Kota Sorong dengan melibatkan sekitar 57 peserta lintas sektor. Kegiatan ini bertujuan merumuskan strategi penguatan pangan lokal sebagai upaya mitigasi perubahan iklim melalui pembahasan 3 skenario pembangunan, 15 rekomendasi kebijakan, dan 16 aksi konkret. Diskusi menghasilkan berbagai masukan terkait penguatan regulasi, perlindungan hutan, pemberdayaan masyarakat adat, akses pendanaan iklim, serta integrasi pangan lokal dalam program pembangunan daerah. Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh pemangku kepentingan menandatangani Berita Acara dan menyepakati rencana tindak lanjut yang mencakup finalisasi dokumen hasil FGD, penyusunan rekomendasi kebijakan, pelaksanaan workshop tematik, dan persiapan FGD 2 guna mendorong pembangunan rendah karbon berbasis pangan lokal di Papua Barat Daya.
Supiori Satu Data Diluncurkan, JERAT Papua Dukung Penguatan Pembangunan Berbasis Data Kampung
Kabupaten Supiori resmi meluncurkan Supiori Satu Data berbasis Sistem Informasi Orang Asli Papua (SIO Papua) sebagai langkah memperkuat perencanaan dan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Program yang didukung Pemerintah Kabupaten Supiori, Bapperida Provinsi Papua, JERAT Papua, SKALA, pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan masyarakat adat ini menjadikan Supiori sebagai kabupaten pertama di Provinsi Papua yang mengimplementasikan SIO Papua sebagai sistem pendataan terpadu. Melalui data kependudukan, sosial, dan ekonomi yang akurat hingga tingkat kampung, program ini diharapkan menjadi fondasi pembangunan yang lebih adil, partisipatif, dan berbasis bukti bagi seluruh masyarakat Supiori.
Konsolidasi Peta Wilayah Adat Sebagai Wujud Penguatan Dewan Adat Kankain Kakara Byak (KKB) Mnuk Meos Owi Bagi Perlindungan Sumber Daya Laut dan Pulau Owi
JERAT Papua bersama masyarakat adat Kankain Kakara Byak (KKB) Mnuk Meos Owi menyelenggarakan konsolidasi Peta Wilayah Adat di Pulau Owi pada 10–17 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat pengakuan wilayah adat, melindungi hak-hak masyarakat adat, serta menjaga kelestarian sumber daya alam darat dan laut. Melalui pemetaan partisipatif yang melibatkan 13 marga, pemerintah kampung, dan tokoh adat, kegiatan ini menghasilkan peta wilayah adat sebagai dasar penting untuk mendorong pengakuan resmi dan perlindungan wilayah adat secara berkelanjutan.
Mari Bersama Mewujudkan Papua yang Adil
Pelajari lebih dalam tentang kerja kami atau baca publikasi riset untuk memahami tantangan dan solusi bagi masyarakat adat Papua