Aktivitas

JERAT Papua Sambut Mahasiswa Magang HI Uncen, Perkuat Pembelajaran Lapangan tentang Masyarakat Adat

Penulis
Rusnandi - MPD
Tanggal
Bacaan
3 menit
Kembali ke Daftar Aktivitas
JERAT Papua menerima mahasiswa magang Program Studi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen) Tahun 2026 untuk memperkuat pembelajaran lapangan dan pemahaman tentang isu-isu masyarakat adat di Papua.
JERAT Papua menerima mahasiswa magang Program Studi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen) Tahun 2026 untuk memperkuat pembelajaran lapangan dan pemahaman tentang isu-isu masyarakat adat di Papua.

Jaringan Kerja Rakyat (JERAT) Papua secara resmi menerima mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam Program Magang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kantor JERAT Papua, Jayapura. Kegiatan penerimaan ini dihadiri oleh dosen pembimbing Program Studi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Ibu Lea Yarona, jajaran staf JERAT Papua, serta lima mahasiswa peserta magang yang akan menjalani proses pembelajaran dan praktik kerja selama satu bulan.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari peminatan Ekonomi Politik Internasional, Masyarakat Transnasional, dan Keamanan Internasional di Program Studi Hubungan Internasional, yaitu Santika Ramadhanti, Merlinda Hoor, Cristin R. Trapen, Adryian Wawin, dan Imer Matuan.

Kegiatan diawali dengan penerimaan mahasiswa magang dari Universitas Cenderawasih oleh JERAT Papua sebagai mitra pelaksanaan program magang. Dalam sambutannya, Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat Adat JERAT Papua, Bapak Loth K. Wally, yang mewakili Direktur JERAT Papua, Jimmy Biay, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan Universitas Cenderawasih kepada JERAT Papua sebagai tempat belajar dan pengembangan pengalaman bagi mahasiswa selama menjalani program magang.

Sorotan Utama

Bapak Loth K. Wally menjelaskan bahwa kerja sama antara JERAT Papua dan Universitas Cenderawasih telah terjalin selama beberapa tahun dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, program magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika kerja organisasi masyarakat sipil sekaligus memahami berbagai isu yang berkaitan dengan masyarakat adat di Papua.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Lea Yarona menyampaikan terima kasih kepada JERAT Papua atas kesediaannya menerima mahasiswa magang. Ia berharap para mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan serta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat. Menurutnya, organisasi masyarakat sipil merupakan salah satu ruang penting bagi mahasiswa Hubungan Internasional untuk memahami isu pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan kerja-kerja sosial yang berlangsung di tingkat lokal.

Pengenalan Lembaga dan Program Kerja

Dalam sesi pengenalan, JERAT Papua memperkenalkan berbagai bidang kerja yang menjadi fokus lembaga, meliputi Pengembangan Masyarakat Adat, Pendidikan dan Penguatan Masyarakat Adat, Riset dan Inovasi, Advokasi Kebijakan, serta Kesehatan.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada wilayah-wilayah dampingan JERAT Papua yang tersebar di sejumlah daerah di Papua, seperti Biak, Supiori, Sarmi, Mappi, Merauke, dan Boven Digoel. Pengenalan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konteks sosial, budaya, dan pembangunan yang menjadi fokus kerja organisasi.

Selama masa magang, selain memberikan pengalaman praktis, JERAT Papua juga mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam proses pembelajaran. Mahasiswa magang didorong untuk aktif berdiskusi, bertanya, dan berinteraksi dengan seluruh staf agar proses transfer pengetahuan dapat berjalan secara optimal.

Sinergi Kampus dan Organisasi Masyarakat Sipil

Kegiatan penerimaan dilanjutkan dengan sesi perkenalan antara mahasiswa dan staf JERAT Papua, pembahasan mekanisme pelaksanaan magang, serta pengenalan tata tertib dan budaya kerja di lingkungan JERAT Papua. Melalui program magang ini, JERAT Papua terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda melalui ruang belajar yang partisipatif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman lapangan. Kerja sama dengan Universitas Cenderawasih diharapkan dapat terus berkembang dalam mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial dan masyarakat adat di Papua.


Bagikan Artikel
Sebarkan ke media sosial