Kembali ke Departemen

Riset dan Inovasi

Melaksanakan penelitian yang bersifat independent dan kredibel tentang pengetahuan Masyarakat adat, terutama yang berkaitan dengan konsep ekonomi Hijau dan konsep ekonomi Biru, dampak Pembangunan, eksploitasi sumber daya alam yang terjadi pada Masyarakat adat dan komunitasnya.

Fokus Utama

Hasil penelitian sebagai data akurat untuk advokasi kebijakan pemangku kepentingan serta pemberdayaan dan penguatan Masyarakat adat Papua.

Proyek Riset Aktif

Proyek penelitian dilaksanakan di sekitar 4 wilayah adat dari 7 wilayah adat yang ada di Tanah Papua, yaitu wilayah adat Mamta, wilayah adat Saireri, wilayah adat Meepago, dan wilayah adat Marind Anim.

Publikasi

35+ laporan penelitian dan artikel ilmiah diterbitkan sejak 2020

Tentang Departemen

Departemen Riset & Inovasi JERAT Papua adalah wadah penelitian yang berfokus pada mengidentifikasi pengetahuan Masyarakat adat sebagai landasan dalam pemberdayaan dan penguatan tatanan sosial politik di tanah Papua. Wadah penelitian ini berfokus pada isu-isu kritis yang mempengaruhi eksistensi masyarakat adat Papua untuk dianalisis dan dikaji dengan perkembangan pengetahuan dan metodologi interdisipliner sehingga dapat menghasilkan rekomendasi dan Solusi yang akurat bagi keberlanjutan hidup manusia dan alam di tanah Papua.

Dengan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan lebih dari satu ilmu pengetahuan serta pengetahuan Masyarakat Adat, maka dalam melakukan setiap penelitian dan kajian, departemen Riset dan Inovasi selalu memegang teguh prinsip-prinsip standard penelitian yang telah ditetapkan Jerat Papua, yaitu; penghormatan, partisipasi, keamanan, dan keadilan. Proses penelitian selalu dirancang dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra penelitian dari awal sampai akhir berupa produk penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Departemen ini juga mengembangkan inovasi metode penelitian yang partisipatif, selain untuk pengembangan metodologi yang update, dan juga untuk memberdayakan masyarakat adat sebagai subjek dan objek penelitian. Untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi, maka departemen Riset dan Inovasi memanfaatkan teknologi yang inovatif, seperti GIS, remote sensing, dan sistem database digital dengan tetap menghormati dan mengintegrasikan pengetahuan masyarakat Adat. Setiap produk penelitian yang dihasilkan, selalu digunakan sebagai basis advokasi kebijakan dan program pemberdayaan antar departemen JERAT Papua.

Tim Departemen

Albertino Imbiri

Albertino Imbiri

Kepala Departemen

Mia Esti Asmuruf

Mia Esti Asmuruf

Spesialis Pemetaan

Program yang Sedang Berjalan

Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat

Pementaan partisipatif wilayah adat sebagai salah satu program prioritas departemen Riset dan Inovasi. Dengan pendekatan partisipatif yang menggunakan data akurat berupa peta sketsa yang dibuat masyarakat Adat dengan dipadukan dengan tehnologi pemetaan digital spacial yang digunakan, sehingga dapat menghasilkan produk kajian pemetaan wilayah adat sebagai landasan utama untuk setiap program kerja antar departemen Jerat Papua, serta menjadi dokumen kajian untuk proses advokasi kebijakan pemerintah bagi perlindungan dan keberlanjutan hidup Masyarakat adat di Papua.

Berlangsung
2025-2027
Wilayah Adat Yamna-Sunum, Sarmi Wilayah Adat Biak Aimandu, Biak Wilayah Adat Yaur-Hegure, Nabire Wilayah Adat Yaqhai, Mappi Wilayah Adat Suku Malind-Imbuti, Merauke

Penelitian Etnografi-Kartografi wilayah adat

Pemetaan Partisipatif yang dilaksanakan akan selalu diikuti dengan kajian Etnografi-Kartografi, yaitu pengetahuan Masyarakat Adat tentang wilayah adanya dan sumber daya alam yang terkandung didalamnya. Pengetahuan kartografi masyarakat Adat sebagai landasan utama dalam pembuatan peta wilayah di setiap komunitas Adat. Sehingga hasil kajian etnografi di Lokasi dampingan Jerat Papua menjadi referensi utama untuk perlindungan dan pengembangan Masyarakat Adat.

Berlangsung
2025-2027
Wilayah Adat Yamna-Sunum, Sarmi Wilayah Adat Biak Aimandu, Biak Wilayah Adat Yaur-Hegure, Nabire Wilayah Adat Yaqhai-Mabur, Mappi Wilayah Adat Suku Malind-Imbuti, Merauke

Kajian Analisis Pengembangan Karakter (Dan) Budaya Kerja Masyarakat Adat Dalam Peningkatan Ekonomi.

Kajian pengembangan Karakter dan budaya kerja masyarakat Adat bidang ekonomi menjadi prioritas departemen Riset dan Inovasi untuk menjadi referensi utama dalam program penguatan dan pengembangan ekonomi masyarakat Adat. Tantangan masyarakat Adat yang hidup dalam konsep dan pengetahuan ekonomi subsisten sedang menghadapi pengaruh ekonomi kapitalis dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi, sehingga faktor-faktor sosial-budaya menjadi utama bagi masyarakat Adat untuk beradaptasi.

Berlangsung
2026
Wilayah Adat Biak-Aruri, Supiori

Penelitian Ekologi-Linguistik Masyarakat Adat.

Penelitian Ekologi-Linguistik bertujuan untuk menghasilkan referensi dasar untuk program ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru. Hasil kajian Ekologi-Linguistik masyarakat Adat merupakan gambaran pengetahuan masyarakat Adat tentang alam hidupnya yang tersimpan dalam bahasa suku yang dimiliki secara lisan. Sehingga setiap program yang akan dilaksanakan dalam wilayah Adat Papua, terutama program Ekonomi Hijau maupun Ekonomi Biru, perlu mengetahui sejauhmana pengetahuan masyarakat Adat yang telah ada sejak dahulu dan masih dimiliki sampai saat ini.

Berlangsung
2026
Wilayah Adat Yaqhai Mabur, Mappi

Kajian Komprehensive Pelayan Kesehatan.

Kajian Komprehensive Pelayanan Kesehatan di Provinsi Papua Tengah dilakanakan departemen Riset dan Inovasi yang melibatkan tenaga ahli yang professional di bidangnya. Adanya hasil kajian kompremensive pelayanan Kesehatan pada masyarakat Adat, maka dapat menjadi gambaran umum tentang kondisi pelayanan Kesehatan yang akurat sebagai referensi yang utama dalam peningkatan dan pengembangan program Kesehatan yang lebih comprehensive di setiap wilayah Adat di Papua.

Berlangsung
2026
Wilayah Adat Mee, Papua Tengah

Inovasi Metodologi Riset Partisipatif

Menemukan dan mengembangkan inovasi dalam program kerja maupun metode adalah fokus metodologi yang dikembangkan departeman Riset dan Inovasi, sehingga metodologi riset partisipatif dapat terwujud untuk menghasilkan pengetahuan akurat dan bermanfaat.

Berlangsung
2026-2027
9 Kampung di 5 Wilayah Adat

Jelajahi Publikasi & Kegiatan Lengkap

Akses semua laporan penelitian, artikel ilmiah, data set, dan dokumentasi kegiatan Departemen Riset & Inovasi untuk informasi lebih mendalam.