Kemitraan multi-pihak Multipol Papua Barat Daya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) 1 Multipol Provinsi Papua Barat Daya: Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim dalam Mendorong Program Pangan Lokal, Kamis, 18 Juni 2026, di Hotel Vega Prime & Convention, Kota Sorong. Kegiatan kolaboratif yang diinisiasi oleh Manka, JERAT Papua, Bentara Papua, dan UNIMUDA Sorong ini dihadiri sekitar 57 peserta lintas sektor: perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pemerintah kabupaten, dinas-dinas teknis, lembaga akademik, organisasi masyarakat sipil, tokoh adat, komunitas pemuda adat, dan kelompok UMKM/koperasi masyarakat adat.
Sorotan Utama
Dalam sambutannya, mewakili Direktur Bentara Papua, Ibu Junia selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian proses penyusunan kebijakan yang telah dimulai sejak tahun 2025 melalui pendekatan MICMAC-MACTOR untuk pemetaan aktor dan isu strategis. Pada tahun 2026, proses tersebut dilanjutkan melalui metode Multipol sebagai upaya menyusun skenario, kebijakan, dan aksi yang dapat mendukung penguatan pangan lokal sekaligus pelestarian lingkungan di Papua Barat Daya.
Sementara itu, Rektor UNIMUDA Sorong, Bapak Dr. Rustamadji, M.Si., menegaskan bahwa penguatan pangan lokal harus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat adat. Ia menilai pembangunan pangan lokal tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan hidup serta pelestarian budaya dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Papua.
Diskusi Skenario, Kebijakan, dan Aksi Konkret
Co-Fasilitator Bapak Danu dari UNIMUDA Sorong menguraikan arsitektur Multipol: metodologi yang memadukan MICMAC (analisis struktural variabel kunci), MACTOR (pemetaan aktor), dan MULTIPOL (skoring multi-kriteria) terhadap enam kriteria—K1 Efektivitas Iklim, K2 Inklusivitas Sosial, K3 Viabilitas Ekonomi, K4 Legitimasi Kelembagaan, K5 Replikabilitas Lanskap, dan K6 Keberlanjutan Pendanaan. Bapperida memaparkan arah Visi-Misi Gubernur Papua Barat Daya sebagai konteks kebijakan daerah untuk rekomendasi FGD.
Komitmen Bersama melalui Penandatanganan Berita Acara dan Rencana Tindak Lanjut
Seluruh output yang ditargetkan berhasil dicapai: masukan atas 3 Skenario, 15 Kebijakan (P1–P15), dan 16 Aksi Konkret (X1–X16) terhimpun dari ±57 peserta multi-pihak; serta Berita Acara Komitmen Bersama berhasil ditandatangani sebagai landasan formal advokasi kebijakan. RTL memuat: finalisasi dan distribusi dokumen output FGD 1; penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti; pelaksanaan Workshop Pengayaan Substansi tematik (FOLU, Pangan Lokal, Komoditas Prioritas, Kelembagaan Iklim, dan Pendanaan Iklim); serta persiapan FGD 2 Multipol Papua Barat Daya.
FGD 1 ini menjadi tonggak penting: untuk pertama kalinya pendekatan Multipol membuka ruang bagi lebih dari lima puluh pemangku kepentingan lintas sektor di Papua Barat Daya untuk duduk bersama dan menuangkan komitmen kolektif dalam dokumen yang mengikat secara moral dan sosial. Melalui kolaborasi Manka, JERAT Papua, Bentara Papua, UNIMUDA Sorong, Bapperida, dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya, kegiatan ini membuktikan bahwa advokasi kebijakan yang bermakna lahir dari kerja bersama yang berakar pada kepercayaan dan keyakinan kolektif akan masa depan Papua Barat Daya yang berdaulat atas pangan dan wilayah adatnya.