Multipol Papua Barat Daya Gelar FGD 1 dan Sepakati Tiga Skenario, 15 Kebijakan, dan 16 Aksi Konkret untuk Pangan Lokal dan Mitigasi Iklim
Tentang Kegiatan
Kemitraan multi-pihak Multipol Papua Barat Daya yang diinisiasi oleh Manka, JERAT Papua, Bentara Papua, dan UNIMUDA Sorong menyelenggarakan FGD 1 pada 18 Juni 2026 di Kota Sorong dengan melibatkan sekitar 57 peserta lintas sektor. Kegiatan ini bertujuan merumuskan strategi penguatan pangan lokal sebagai upaya mitigasi perubahan iklim melalui pembahasan tiga skenario pembangunan, 15 rekomendasi kebijakan, dan 16 aksi konkret. Diskusi menghasilkan berbagai masukan terkait penguatan regulasi, perlindungan hutan, pemberdayaan masyarakat adat, akses pendanaan iklim, serta integrasi pangan lokal dalam program pembangunan daerah. Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh pemangku kepentingan menandatangani Berita Acara dan menyepakati rencana tindak lanjut yang mencakup finalisasi dokumen hasil FGD, penyusunan rekomendasi kebijakan, pelaksanaan workshop tematik, dan persiapan FGD 2 guna mendorong pembangunan rendah karbon berbasis pangan lokal di Papua Barat Daya.
Dokumentasi Foto
Klik foto untuk melihat dalam ukuran penuh
Foto bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Bapak Viktor Solossa, perwakilan MANKA, Bapak Tomi Arianto, perwakilan Bentara Papua, Ibu Junia, Rektor UNIMUDA Sorong, Bapak Dr. Rustamadji, M.Si., serta para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Bapak Viktor Solossa. Prosesi tersebut menjadi simbol kearifan dan keagungan budaya Papua serta menandai dimulainya kegiatan secara resmi.
Ibu Junia, selaku Penanggung Jawab Kegiatan, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus mewakili Direktur Bentara Papua dalam memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.
Perwakilan MANKA, Bapak Tomi Arianto, menyampaikan sambutan sekaligus pandangan mengenai pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung penguatan pangan lokal dan upaya mitigasi perubahan iklim di Papua Barat Daya.
Rektor UNIMUDA Sorong, Bapak Dr. Rustamadji, M.Si., menyampaikan pandangan mengenai peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis riset untuk penguatan pangan lokal dan ketahanan iklim di Papua Barat Daya.
Mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Bapak Elisa Kambu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Bapak Viktor Solossa, membacakan sambutan sekaligus menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi terhadap penguatan pangan lokal dan upaya mitigasi perubahan iklim.
Fasilitator FGD, Ibu Meirella Rumfabe, memfasilitasi jalannya diskusi serta mendorong partisipasi aktif peserta dalam merumuskan masukan, rekomendasi kebijakan, dan aksi konkret yang dihasilkan dalam kegiatan.
Co-Fasilitator, Bapak Danu dari UNIMUDA Sorong, saat mendampingi proses diskusi dan mendukung fasilitasi pembahasan bersama para peserta FGD.
Partisipasi aktif dari para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi terkait penguatan pangan lokal serta mitigasi perubahan iklim di Papua Barat Daya.
Partisipasi aktif dari para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi terkait penguatan pangan lokal serta mitigasi perubahan iklim di Papua Barat Daya.
Partisipasi aktif dari para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi terkait penguatan pangan lokal serta mitigasi perubahan iklim di Papua Barat Daya.
Suasana peserta saat mengikuti rangkaian kegiatan FGD 1 Multipol Papua Barat Daya yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Suasana peserta saat mengikuti rangkaian kegiatan FGD 1 Multipol Papua Barat Daya yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Prosesi penandatanganan berita acara oleh para peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal implementasi hasil dan rekomendasi FGD.
Prosesi penandatanganan berita acara oleh para peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal implementasi hasil dan rekomendasi FGD.
Prosesi penandatanganan berita acara oleh para peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal implementasi hasil dan rekomendasi FGD.
Prosesi penandatanganan berita acara oleh para peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal implementasi hasil dan rekomendasi FGD.