Pemerintah Kabupaten Supiori bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua, JERAT Papua, SKALA, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta masyarakat adat melaksanakan Peluncuran Supiori Satu Data berbasis Sistem Informasi Orang Asli Papua (SIO Papua) pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Lokakarya Pemanfaatan Data SIO Papua yang berlangsung pada 18–19 Juni 2026 di Aula Hotel Sapuri, Sorendiweri, Kabupaten Supiori.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Supiori, Bapak Yustus Amasamsyum, para kepala distrik dan kepala kampung se-Kabupaten Supiori, tokoh adat, tokoh agama, tenaga ahli SKALA, admin kabupaten dan admin distrik SIO Papua, serta jajaran JERAT Papua yang selama ini mendampingi proses pendataan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Supiori.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena Kabupaten Supiori merupakan daerah pertama di Provinsi Papua yang meluncurkan program Supiori Satu Data melalui pemanfaatan SIO Papua sebagai sistem pendataan terpadu. Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam penyediaan data kependudukan, sosial, dan ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan perencanaan, penganggaran, pelayanan publik, serta evaluasi pembangunan yang lebih tepat sasaran di tingkat kampung, distrik, dan kabupaten.
Sorotan Utama
Dalam sambutannya, Perwakilan Bapperida Provinsi Papua, Ibu Merlina Hamadi, menyampaikan bahwa Kabupaten Supiori patut berbangga karena menjadi kabupaten pertama di Provinsi Papua yang meluncurkan Supiori Satu Data sekaligus mengawali pemanfaatan SIO Papua sebagai sistem pendataan terpadu. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Supiori, SKALA, dan JERAT Papua yang telah melalui proses pendampingan serta persiapan teknis secara intensif.
Ia menjelaskan bahwa SIO Papua merupakan sistem pengumpulan dan pengelolaan data berbasis individu dan keluarga yang mencakup seluruh masyarakat di tingkat kampung. Sistem tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang valid dan kontekstual untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), pelayanan publik, serta pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Direktur JERAT Papua, Bapak Jimmy Biay, menyampaikan bahwa peluncuran Supiori Satu Data merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan. Menurutnya, SIO Papua bukan sekadar platform digital, melainkan instrumen untuk memastikan masyarakat adat maupun seluruh warga Kabupaten Supiori terdata, didengar, dan memperoleh ruang dalam proses pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Supiori, Bapak Heronimus Mansoben, menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa pendataan melalui aplikasi SIO Papua dilakukan terhadap seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Supiori, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP, sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun program pembangunan, penganggaran, serta meningkatkan kemampuan fiskal daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Supiori berkomitmen menyelesaikan pendataan di seluruh distrik dan mengintegrasikan data SIO Papua dengan data geospasial serta penegasan batas wilayah kampung sebagai dasar mendukung agenda pembangunan dan pemekaran kampung di masa mendatang.
Pemaparan Program dan Implementasi SIO Papua
SIO Papua atau Sistem Informasi Orang Asli Papua merupakan sistem informasi kependudukan berbasis by name by address (BNBA) yang memuat data kependudukan, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, kondisi perumahan, disabilitas, pekerjaan, hingga berbagai indikator kesejahteraan masyarakat secara terpilah antara Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP.
Sebelum peluncuran, JERAT Papua bersama SKALA telah melaksanakan pelatihan pendataan dan penginputan data sosial ekonomi kepada operator distrik dan kampung. Data dikumpulkan secara langsung melalui wawancara dengan masyarakat, diverifikasi secara berjenjang di tingkat kampung dan distrik, kemudian diinput ke dalam sistem untuk memastikan kualitas dan akurasinya.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simulasi penggunaan aplikasi SIO Papua yang dipandu oleh Koordinator Wilayah Supiori JERAT Papua, Bapak Ferry Wambrauw. Simulasi memperlihatkan bagaimana data yang telah dihimpun dapat dibaca, dianalisis, dan dimanfaatkan dalam penyusunan profil kampung, monografi kampung, dokumen perencanaan, serta pengambilan kebijakan pembangunan di tingkat kampung, distrik, maupun kabupaten.
Selain simulasi aplikasi, peserta mengikuti lokakarya pemanfaatan data yang difasilitasi SKALA. Berbagai materi dipaparkan, mulai dari data kependudukan terpilah OAP dan non-OAP, struktur umur penduduk, tingkat pendidikan, partisipasi sekolah, kondisi perumahan, data disabilitas, hingga data pekerjaan sebagai dasar penyusunan dokumen pembangunan yang lebih terukur.
Komitmen Bersama Mendorong Supiori Satu Data
Kepala Bappeda Kabupaten Supiori, Bapak Yustus Amasamsyum, menyampaikan bahwa SIO Papua menjadi solusi atas kebutuhan pemerintah daerah terhadap data dasar pembangunan yang akurat dan bersumber langsung dari masyarakat kampung. Hingga saat ini, pendataan telah mencapai 100 persen di Distrik Kepulauan Aruri dan Distrik Supiori Selatan, sementara tiga distrik lainnya ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Menurutnya, proses pendataan dilaksanakan oleh operator distrik dengan pendampingan JERAT Papua dan SKALA melalui wawancara langsung kepada masyarakat. Setelah diverifikasi di tingkat kampung dan distrik, data dimasukkan ke dalam sistem sehingga dapat dimanfaatkan secara cepat dan real-time oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Supiori juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas admin kabupaten dan distrik, menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi para kader pendata, serta memperbarui data secara berkala agar kualitas data tetap terjaga sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Perwakilan Bapperida Provinsi Papua turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Supiori yang menjadi pelopor pemanfaatan SIO Papua di Provinsi Papua. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya dalam membangun sistem data pembangunan yang terintegrasi.
Supiori Menuju Tata Kelola Pembangunan Berbasis Data
Peluncuran Supiori Satu Data menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data di Kabupaten Supiori. Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, masyarakat adat, JERAT Papua, dan SKALA dalam membangun sistem data yang akurat, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Distrik Kepulauan Aruri dan Distrik Supiori Selatan ditetapkan sebagai role model Distrik Satu Data yang diharapkan menjadi contoh bagi distrik lainnya dalam mengembangkan implementasi SIO Papua.
JERAT Papua bersama Pemerintah Kabupaten Supiori berharap pengembangan Supiori Satu Data terus diperluas hingga seluruh distrik, sehingga data yang lahir dari kampung dapat menjadi fondasi pembangunan yang lebih adil, inklusif, berbasis bukti, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Supiori.