Pendidikan dan Penguatan Masyarakat Adat

Penguatan Kapasitas Tutor Sekolah Kampung melalui Pelatihan Penyusunan Modul Berbasis Budaya dan Lingkungan

Penulis
MPD - JERAT Papua
Tanggal
Bacaan
3 menit
Kembali ke Daftar Aktivitas
Para Tutor Sekolah Kampung saat mengikuti Pelatihan yang di selenggarakan oleh JERAT Papua di Jayapura
Para Tutor Sekolah Kampung saat mengikuti Pelatihan yang di selenggarakan oleh JERAT Papua di Jayapura
Jayapura, Papua — Pada 16–19 Desember 2024, Jaringan Kerja Rakyat (JERAT) Papua menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Modul Berbasis Budaya dan Lingkungan bagi sejumlah Tutor Sekolah Kampung di Tanah Papua. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu hotel di Abepura, Kota Jayapura, dan merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas pendidikan berbasis komunitas adat, sekaligus mendukung perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam serta pelestarian budaya di Tanah Papua.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk mendorong masyarakat adat agar semakin kuat, mandiri, dan memiliki akses dalam mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan. Melalui Sekolah Kampung, JERAT Papua berupaya menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan masyarakat, yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dasar, tetapi juga pada penguatan ekonomi, sosial, budaya, serta kesadaran kritis terhadap pembangunan di wilayah adat.

Dalam sambutannya, Koordinator Bidang MPD JERAT Papua, Yayak Masfiah, menegaskan bahwa JERAT Papua perlu membangun wadah pembelajaran yang mampu menjadi ruang pengorganisasian dan penguatan masyarakat adat. Wadah tersebut diharapkan dapat mendorong baik individu maupun kolektif masyarakat untuk lebih siap menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, ekonomi, sosial, dan budaya.

“Sekolah Kampung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dasar masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, sehingga masyarakat adat dapat mengambil sikap dan keterampilan yang tepat terhadap perkembangan pembangunan di Tanah Papua,” ungkap Yayak Masfiah dalam sambutannya, Senin (16/12/2024).

Ia juga menekankan bahwa masyarakat adat yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memadai akan mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Oleh karena itu, Sekolah Kampung perlu dikembangkan dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, dan relevansi, melalui pendekatan yang sederhana serta berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Fasilitator Pelatihan, L.M. Arifin, S.Pd., MA. dari Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan kepada tutor Sekolah Kampung yang telah memiliki pengalaman dalam proses pembelajaran di lapangan. Para tutor diharapkan mampu melakukan asesmen terhadap potensi lingkungan dan budaya di wilayah masing-masing, yang kemudian menjadi dasar dalam penyusunan modul pembelajaran.

“Para tutor yang sudah terbiasa di Sekolah Kampung perlu memahami proses pembelajaran secara lebih sistematis, termasuk melakukan asesmen terhadap potensi lokal, baik lingkungan maupun budaya, agar dapat menyusun modul yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” jelas L.M. Arifin.Ia menambahkan bahwa modul yang disusun nantinya akan menjadi panduan utama bagi tutor dalam proses belajar-mengajar di Sekolah Kampung, sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih terarah, meskipun tetap berbasis pada konteks lokal dan kearifan masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh tutor Sekolah Kampung yang berasal dari beberapa kabupaten di Tanah Papua. Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan materi serta praktik penyusunan modul berbasis budaya dan lingkungan, yang diharapkan dapat langsung diterapkan di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, JERAT Papua berharap agar Sekolah Kampung dapat berkembang menjadi ruang belajar yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam secara mandiri.


Topik: #Sekolah Kampung #Lingkungan #Tanah Papua #JERAT Papua
Bagikan Artikel
Sebarkan ke media sosial