Mindiptana, 28 Mei 2026 – Pemerintah Distrik Mindiptana bersama JERAT Papua dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melaksanakan Peluncuran Distrik Mindiptana Satu Data SIRIOS (Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan) dengan tema “Data Akurat, Kebijakan Tepat: Dari Distrik Mindiptana untuk Papua Selatan Satu Data” pada Kamis (28/5) di Kantor Distrik Mindiptana, Papua Selatan.
Kegiatan peluncuran dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Boven Digoel bersama Kepala Distrik Mindiptana, Bapak Marthen Rumpang, serta didampingi para kepala kampung Distrik Mindiptana, pimpinan OPD yang hadir, dan Direktur JERAT Papua, Bapak Jimmy Biay.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRK Boven Digoel, Bapak Oral Bruner Leleng, Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Boven Digoel, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan (TPHPP) Kabupaten Boven Digoel, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kampung DPMK Kabupaten Boven Digoel, lima kepala distrik di wilayah adat Suku Muyu, pimpinan PT PLN (Persero) ULP Tanah Merah, Danramil Mindiptana, perwakilan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta masyarakat dari 13 kampung di Distrik Mindiptana.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena Distrik Mindiptana tercatat sebagai distrik pertama dari 20 distrik di Kabupaten Boven Digoel, sekaligus yang pertama di Provinsi Papua Selatan, yang meluncurkan program Satu Data melalui aplikasi SIRIOS. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Papua Selatan Nomor 10 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan.
Bapak Marthen Rumpang juga mengapresiasi kehadiran JERAT Papua yang sejak tahun 2022 mendampingi masyarakat Mindiptana, tidak hanya dalam pengembangan ekonomi hijau tetapi juga dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengelolaan data kampung. Menurutnya, data yang akurat akan membantu kampung menyusun RPJM secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak ketiga.
Ia juga menyampaikan bahwa SIRIOS merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Distrik Mindiptana menjadi wilayah pertama yang berhasil menyelesaikan proses pendataan serta penginputan data hingga dapat dijadikan pilot project bagi distrik lain di Papua Selatan.
Bupati Kabupaten Boven Digoel, Bapak Roni Omba dalam sambutannya menegaskan bahwa data merupakan kebutuhan mendasar dalam penyusunan program pembangunan. Ia menyampaikan bahwa selama ini banyak program pemerintah mengalami kendala karena tidak didukung data yang akurat.
Menurutnya, melalui aplikasi SIRIOS pemerintah dapat mengetahui kondisi riil masyarakat mulai dari jumlah penduduk, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga potensi masyarakat di setiap kampung. Data tersebut sangat penting untuk memastikan program pembangunan tepat sasaran.
Bapak Roni Omba juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk mendukung pengembangan program SIRIOS di seluruh distrik. Ia berharap Distrik Mindiptana dapat menjadi contoh bagi distrik lain dalam membangun sistem data yang terintegrasi dan berbasis masyarakat adat.
SIRIOS atau Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan merupakan sistem informasi dan administrasi penduduk yang memuat data kependudukan, sosial, dan ekonomi masyarakat secara by name by address (BNBA), dengan pemilahan antara Orang Asli Papua (OAP) dan Non-OAP. Data dikumpulkan langsung oleh kader SIRIOS di tingkat kampung dan kelurahan guna menghadirkan data yang akurat dan terintegrasi.
Program ini bertujuan mendukung pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan surat-menyurat, serta menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Papua Selatan.
Selain sebagai pusat data masyarakat, SIRIOS juga menyediakan fitur pembuatan dan pengarsipan surat resmi kampung/kelurahan, serta publikasi berita kegiatan masyarakat dan pemerintah kampung. Distrik Mindiptana pun dipersiapkan sebagai role model Distrik Satu Data yang dapat direplikasi ke distrik dan kampung lain di Kabupaten Boven Digoel maupun Provinsi Papua Selatan.
Bapak Anton Timbiri juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Bapperida akan melaksanakan sosialisasi perluasan implementasi SIRIOS ke 20 distrik di Kabupaten Boven Digoel pada bulan Juni mendatang.
Menurutnya, program-program tersebut merupakan bagian dari usulan yang telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kabupaten maupun provinsi sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua di Distrik Mindiptana. Selain itu, keberadaan data SIRIOS dinilai sangat penting sebagai dasar penyusunan usulan program, penyiapan administrasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Kampung Boven Digoel, Bapak Barcis Thesia, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pendampingan Tim JERAT bagi anak-anak asli Suku Muyu di Mindiptana serta berkomitmen mengawal keberlanjutan Program SIRIOS agar berkembang ke wilayah adat Muyu–Mandobo hingga distrik-distrik lainnya.
Peluncuran Distrik Mindiptana Satu Data SIRIOS menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data di Papua Selatan. Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta Masyarakat agar implementasinya dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Program SIRIOS tidak hanya dipandang sebagai instrumen pendataan, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan berbasis data untuk mendukung peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.
Peluncuran Distrik Mindiptana Satu Data SIRIOS diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola pembangunan yang lebih terukur, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat adat di Papua Selatan, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Papua Selatan Satu Data.