Lestarikan Adat Lewat Sekolah, Siswa SMA YPPK Mindiptana di Boven Digoel Bangun Rumah Adat Suku Muyu Secara Gotong Royong
Tentang Kegiatan
Upaya pelestarian budaya melalui pendidikan adat berlangsung di SMA YPPK Mindiptana, Boven Digoel, Papua Selatan, melalui pembangunan dua rumah adat Suku Muyu Kati oleh siswa kelas X–XII secara gotong royong sejak 5 September 2025. Kegiatan yang diinisiasi guru bersama Korwil Boven Digoel, Yohanis Nongyap, ini menjadi sarana pembelajaran langsung tentang pengetahuan tradisional, mulai dari pemilihan kayu, pembuatan atap daun sagu, lantai nibung, hingga dinding gaba-gaba, sekaligus mengajarkan etika pemanfaatan hutan dan aturan adat. Melibatkan siswa perempuan dan laki-laki dari berbagai latar suku, kegiatan ini mendorong kerja sama, pertukaran pengetahuan lintas budaya, serta kepedulian terhadap kelestarian hutan dan adat. Setelah selesai, rumah adat direncanakan menjadi ruang belajar, baca, dan diskusi, dengan dukungan buku serta keterlibatan para tetua adat, sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat pendidikan adat di sekolah dan mengembangkan program serupa di Boven Digoel.
Dokumentasi Foto
Klik foto untuk melihat dalam ukuran penuh
Siswa SMA YPPK Mindiptana secara gotong royong membangun kerangka rumah adat Suku Muyu Kati menggunakan bahan kayu dari alam sebagai bagian dari pembelajaran dan pelestarian pengetahuan adat.
Siswa menyiapkan anyaman daun sebagai bahan atap rumah adat Suku Muyu Kati, menggunakan teknik tradisional yang dipelajari secara langsung dalam proses pembangunan.
Anak-anak muda bergotong royong dalam proses pembangunan rumah adat dengan menggunakan bahan-bahan tradisional. Beberapa pemuda terlihat menyiapkan rotan sebagai tali pengikat pelepah sagu kering, sementara yang lainnya menaikkan dan memasang pelepah sagu sebagai bahan atap rumah adat. Aktivitas ini menjadi bagian dari proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan tradisional kepada generasi muda.
Seorang anak muda sedang mengikis dan membersihkan rotan sebagai bagian dari persiapan bahan untuk mengikat pelepah sagu kering yang digunakan sebagai atap rumah adat. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam proses pembangunan rumah adat dengan memanfaatkan bahan dan keterampilan tradisional.
Foto ini menggambarkan para siswa yang sedang bergotong royong mengambil dan membawa bahan alam dari hutan untuk pembangunan rumah adat Suku Muyu Kati. Mereka bersama-sama memikul kayu yang akan digunakan sebagai bagian dari konstruksi rumah adat, sambil belajar mengenali dan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran adat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap hutan kepada generasi m
Foto ini menggambarkan para siswa yang sedang bergotong royong mengambil dan membawa bahan alam dari hutan untuk pembangunan rumah adat Suku Muyu Kati. Mereka bersama-sama memikul kayu yang akan digunakan sebagai bagian dari konstruksi rumah adat, sambil belajar mengenali dan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran adat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap hutan kepada generasi m
Foto ini memperlihatkan proses menyiapkan bahan alam untuk pembangunan rumah adat di kawasan hutan. Seorang warga tampak mengolah batang kayu dengan alat sederhana, sementara beberapa batang kayu lainnya telah disiapkan di sekitar lokasi. Aktivitas ini menunjukkan proses pemanfaatan bahan yang tersedia di hutan sebagai bagian dari pembangunan rumah adat, sekaligus menjadi pembelajaran langsung mengenai keterampilan tradisional dalam mengolah bahan alam.