Pendidikan dan Penguatan Masyarakat Adat
Mengembangkan model pendidikan alternatif berbasis masyarakat adat yang kontekstual, melalui pengembangan Sekolah Kampung sebagai pusat pembelajaran serta penguatan kelembagaan adat dalam mentransmisikan nilai, norma, dan pengetahuan budaya kepada generasi muda secara berkelanjutan.
Fokus Utama
Pendidikan kontekstual berbasis identitas budaya, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan kelembagaan masyarakat adat Papua.
Guru Terlatih
65+ guru lokal dan fasilitator yang telah dilatih di seluruh wilayah dampingan JERAT Papua.
Sekolah Kampung
6 sekolah aktif · 500+ siswa
Berlokasi di:
- • Kampung Wakre, Supiori Sub-Mnuk Wabu
- • Kampung Manepi, Yapen Suku Berbai
- • Kampung Sosial-Matoa, Yahukimo Suku Momuna
- • Kampung Tairi, Kaimana Suku Madewana
- • Kampung Klamotok, Sorong Suku Moi Kelim
- • Kampung Mandopma, FakFak Sub Komunal Kapaur
Penguatan Kelembagaan Adat
13 komunitas adat dampingan
Penguatan struktur adat di beberapa suku berikut:
- • Sub-Mnuk Wabu & Sowek Supiori
- • Suku Berbai Yapen
- • Suku Kai Barat Waropen
- • Suku Mannem Keerom
- • Suku Momuna Yahukimo
- • Suku Mandobo Boven Digoel
- • Suku Muyu Boven Digoel
- • Suku Malind-Imbuti Merauke
- • Suku Yaqhai Mabur Mappi
- • Rumpun Pomar, Unir Asmat
- • Sub Komunal Kapaur FakFak
- • Suku Madewana Kaimana
- • Suku Moi Klabra Sorong
Tentang Departemen
Departemen Pendidikan dan Penguatan Masyarakat Adat hadir untuk membangun sistem pendidikan yang relevan, kontekstual, dan berakar pada realitas kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua. Pendidikan dipahami bukan sekadar sebagai proses transfer pengetahuan formal, tetapi sebagai proses pembentukan manusia yang berakar pada identitas budaya, memiliki tanggung jawab sosial, dan mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan komunitasnya.
Pendekatan pendidikan yang dikembangkan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pendidikan sekaligus sebagai sumber pengetahuan yang hidup dalam praktik keseharian mereka. Melalui program Sekolah Kampung, departemen ini mengembangkan model pendidikan alternatif berbasis komunitas yang mengintegrasikan literasi dan numerasi dasar dengan pengetahuan ekologi tradisional, keterampilan hidup berbasis sumber daya lokal, serta nilai-nilai kolektif seperti gotong royong, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan.
Selain memperkuat kapasitas guru dan fasilitator lokal, departemen ini juga mengembangkan materi pembelajaran kontekstual dan mendorong pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya generasi muda adat. Pendidikan dilaksanakan secara kolaboratif bersama tokoh adat, orang tua, dan pemerintah kampung, sehingga kurikulum yang dikembangkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Lebih dari itu, pendidikan masyarakat adat diposisikan sebagai instrumen penguatan tata kelola sosial dan kelembagaan adat. Melalui proses pembelajaran yang terhubung dengan praktik kehidupan sehari-hari—seperti musyawarah adat, penyelesaian konflik, dan penanaman nilai-nilai norma komunitas—pendidikan menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat adat yang berpengetahuan, berdaya, dan mampu menjaga keberlanjutan kehidupan sosial dan ekologis di wilayah adat mereka.
Tim Departemen
Asmirah
Kepala Departemen
Suharman Widyaprada
Fasilitator Pendidikan
L. M. Arifin, S.Pd., M.A.
Fasilitator Pendidikan
Jelajahi Publikasi & Kegiatan Lengkap
Akses semua buku pembelajaran, panduan kurikulum, laporan program, dan dokumentasi kegiatan Departemen Pendidikan Masyarakat Adat untuk informasi lebih mendalam.
