
Masyarakat Adat, Ruang Hidup dan Investasi Sosial
Kajian tentang hubungan masyarakat adat dengan ruang hidup mereka dan pentingnya investasi sosial untuk keberlanjutan.
Buku ini mengkaji hubungan fundamental antara masyarakat adat Papua dengan ruang hidup mereka, serta bagaimana investasi sosial dapat memperkuat keberlanjutan kehidupan masyarakat adat di tengah tekanan pembangunan modern.
Konsep Ruang Hidup Masyarakat Adat:
Ruang hidup (living space) bagi masyarakat adat bukan sekadar lahan fisik, tetapi merupakan kesatuan ekologis, sosial, budaya, dan spiritual yang mencakup tanah, hutan, sungai, laut, dan semua yang ada di dalamnya.
Isi Buku:
- Bagian I: Filosofi Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua
- Bagian II: Ancaman terhadap Ruang Hidup Adat
- Bagian III: Konsep Investasi Sosial untuk Masyarakat Adat
- Bagian IV: Studi Kasus dari 6 Wilayah Adat
- Bagian V: Model Investasi Sosial yang Berkeadilan
- Bagian VI: Rekomendasi Kebijakan
Penelitian Multi-Situs:
- Wilayah Adat Arfak (Manokwari) - Konservasi cenderawasih
- Wilayah Adat Teluk Bintuni - Pengelolaan mangrove
- Wilayah Adat Asmat - Ekonomi berbasis sagu
- Wilayah Adat Sentani - Danau dan perikanan
- Wilayah Adat Baliem - Pertanian lahan basah
- Wilayah Adat Raja Ampat - Marine Protected Area
Ancaman terhadap Ruang Hidup:
- Alih fungsi lahan untuk perkebunan dan pertambangan
- Degradasi ekosistem akibat eksploitasi berlebihan
- Fragmentasi wilayah adat oleh infrastruktur
- Hilangnya akses masyarakat ke sumber daya tradisional
- Konflik sosial dan perpecahan internal komunitas
- Erosi pengetahuan ekologi tradisional
Konsep Investasi Sosial:
Investasi sosial dalam konteks buku ini didefinisikan sebagai segala bentuk alokasi sumber daya (dana, pengetahuan, teknologi, kapasitas) yang bertujuan memperkuat modal sosial, modal manusia, dan modal alam masyarakat adat untuk keberlanjutan jangka panjang.
Prinsip Investasi Sosial yang Berkeadilan:
- Partisipatif: Masyarakat adat terlibat dalam seluruh tahap
- Berbasis Hak: Mengakui dan menghormati hak-hak adat
- Berkelanjutan: Fokus pada dampak jangka panjang
- Proporsional: Sesuai dengan dampak yang ditimbulkan
- Transparan: Akuntabel kepada masyarakat
- Holistik: Mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan
Model Investasi Sosial yang Dikaji:
- Dana Pembangunan Kampung yang partisipatif
- Program kemitraan konservasi dengan kompensasi
- Skema pembagian manfaat dari eksploitasi sumber daya
- Investasi dalam pendidikan dan kesehatan berbasis budaya
- Penguatan ekonomi lokal dan rantai nilai produk adat
- Revitalisasi kelembagaan dan sistem pengetahuan adat
Kesimpulan Utama:
Buku ini menyimpulkan bahwa investasi sosial yang efektif harus berlandaskan pada pengakuan penuh terhadap hak masyarakat adat atas ruang hidup mereka, dan dirancang untuk memperkuat—bukan menggantikan—sistem pengelolaan sumber daya tradisional mereka.
Tags:
Tertarik dengan Publikasi Kami?
Berlangganan newsletter untuk mendapatkan akses awal ke publikasi dan laporan penelitian terbaru kami.
